Selasa, 12 Mei 2015
makalah statistik pendidikan
STATISTIK PENDIDIKAN
Kata Pengantar
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul ”Pendahuluan Statistik Pendidikan”. Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang telah memberikan dukungan, dan kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi. Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi. Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pihak.
Makassar, april 2015
Pemakalah
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Statistika
telah banyak berperan dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam dunia penelitian
atau riset, seringkali statistika harus digunakan untuk mempermudah pengumpulan
data, bukan semata-mata karena statistika memberikan manfaat yang baik dalam
penelitian atau riset tersebut.
Statistika
banyak diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu, baik ilmu-ilmu alam (misalnya astronomi
dan biologi maupun ilmu-ilmu sosial (termasuk sosiologi dan psikologi), maupun
di bidang bisnis, ekonomi, dan industri.Statistika juga digunakan dalam
pemerintahan untuk berbagai macam tujuan misalnya sensus penduduk yang merupakan
salah satu prosedur yang paling populer. Dalam urusan politik pun terdapat
aplikasi statistika yang begitu populer, yaitu prosedur jajak pendapat atau
polling (misalnya dilakukan sebelum pemilihan umum), serta jajak cepat
(perhitungan cepat hasil pemilu) atau quick count.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Konsep-
konsep statistik
2.
Permasalahan
statistik
3.
Fungsi
dan kegunaan statistik
4.
Konsep-
konsep data statistik
5.
Sifat
data statistik
6.
Pengumpulan
data
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Statistik, Statistika, Dan Statistika Pendidikan
Secara etimologis :
Kata
“Statistik” berasal dari kata status (bahasa latin), state
(bahasa Inggris) atau kata staat (bahasa Belanda) dan dalam bahasa
Indonesia diterjemahkan menjadi Negara. Pada mulanya, kata “statistik”
diartikan sebagai “kumpulan bahan keterangan (data) baik yang berwujud angka
(data kuantitatif) maupun yang tidak berwujud angka (kualitatif). Namun, pada perkembangan
selanjutnya, arti kata statistik hanya dibatasi pada “kumpulan bahan keterangan
yang berwujud angka (data kuantitatif) “ saja. Bahan keterangan yang bersifat bukan
angka tidak lagi disebut sebagai statistik.
Secara terminology :
Dalam Istilah “statistik’’ itu
terkandung berbagai macam pengertian diantaranya :
1)
Istilah
“statistik’’ terkadang diberi pengertian “data statistik’’. Data statistic
adalahkumpulan bahan keterangan yang berupa angka atau bilangan. Atau dengan
istilah lain berarti “deretan atau kumpulan angka yang menunjukan keterangan
mengenai cabang kegiatan hidup tertentu’’. Misalnya: statistic penduduk. Dengan
demikian istilah statistic dalam arti data kuantitatif/ data statistic adalah
data angka yang dapat memberikan gambaran mengenai keadaan, peristiwa tertentu.
2)
Istilah
“statistik’’ diberi pengertian sebagai kegiatan pertatistikan. Dapat dilihat
dari UU No.7 Tahun 60 bahwa kegiatan statistik mencakup 4 hal, yaitu (1)
pengumpulan data. (2) penyusunan data, (3) pengumuman dan pelaporan data, dan
(4) analisis data.
3)
Istilah
statistik mengandung pengertian sebagai “metode statistik”, yaitu cara-cara tertentu
yang perlu ditempuh dalam rangka mengumpulkan, menyusun, menyajikan, menganalisis,
dan memberikan interpretasi terhadap kumpulan bahan keterangan yang berupa
angka sehingga kumpulan keterangan angka tersebut dapat memberikan makna tertentu.
4)
Istilah
statistik diberi pengertian sebagai “ilmu statistik’’. Ilmu statistik adalah
ilmu yang membahas dan mengembangkan secara ilmiah tahap-tahap yang ada dalam
kegiatan statistik.
Kita akan
menjumpai dalam Kamus Bahasa Inggris kata statistics (statistika) dan statistic
(statistik). Tentunya keduanya memiliki pengertian yang berbeda. Istilah
statistika memiliki arti pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara
pengumpulan data, pengolahan atau penganalisaaannya dan dilakukan penarikan
kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisaan yang telah dilakukan.
Singkatnya,
kata statistics memiliki arti “ilmu statistik” , sedangkan yang dimaksud dengan
statistic diartikan sebagai “ukuran yang diperoleh atau berasal dari sampel”.
Dari penjelasan diatas, dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa cakupan statistika
itu lebih luas daripada statistik. Hal tersebut dikarenakan, statistika
mencakup statistik dan statistik merupakan salah satu komponen penyusun
statistika.
Ilmu statistika
ini juga dipakai dalam bidang pendidikan dan mempunyai peran sebagai alat bantu
bagi para pendidik (pengajar-guru-dosen dan lain-lain). Hal itu dikarenakan
dalam proses pembelajaran, seorang pendidik akan terlibat pada masalah penilaian
atau evaluasi terhadap hasil belajar peserta didik selama jangka waktu yang
telah ditentukan.
Dalam buku Pengantar
Statistik Pendidikan Anas Sudjono (2006) mendefinisikan istilah statistik
pendidikan adalah statistik dalam pengertian sebagai ilmu pengetahuan, yang
membahas atau mempelajari dan mengembangkan prinsip-prinsip, metode, dan
prosedur yang perlu ditempuh atau dipergunakan dalam rangka pengumpulan, penyusunan,
penyajian, penganalisisan bahan keterangan yang berwujud angka mengenai hal-hal
yang berkaitan dengan pendidikan (khususnya proses belajar mengajar), penarikan
kesimpulan, pembuatan perkiraan serta ramalan secara ilmiah (dalam hal ini
secara matematik) atas dasar kumpulan bahan keterangan yang berwujud angka
tadi.
B.
Penggolongan
Statistik
Statistik dapat
dibedakan menjadi dua yaitu statistik deskritif dan statistik inferensial.
Selanjutnya statistik inferensial dibagi menjadi dua yaitu parametris dan non
parametris. Statisik deskriptif adalah statistik yang bertugas untuk
menganalisis data berupa angka yang digunakan untuk menggambarkan keadaan atau
gejala tertentu, tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih
luas.
Statistik
Inferensial adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data sempel, dan
hasilnya akan digeneralisasikan atau mencoba menarik kesimpulan yang bersifat
umum untuk populasi dimana sampel tersebut diambil. Terdapat dua satistik
inferensial yaitu parametris dan non parametris. Statistik parametris dapat
digunakan untuk menganalisis data interval, yang diambil dari populasi yang
berdistribusi normal. Sedangkan nonparametris dapat digunakan untuk
menganalisis data nominal dan ordinal, yang diambil dari populasi yang bebas
distribusi, artinya tidak harus normal.

C.
Permasalahan
Dan Ciri Khas Statistik
Menurut Hananto
Sigit, B. St. dalam Anas Sudijono (2004: 7) mengemukakan ada tiga permasalahan dasar
dalam statistika, yaitu; (1) Permasalahan tentang Rata-rata (Average), (2)
Permasalahan tentang Pemencaran atau Penyebaran (Variability atau Dispersion),
dan (3) Permasalahan tentang Saling-Hubungan
(Korelasi).
Kita tidak
perlu berpikir jauh-jauh dan mendalam jika kita ingin tahu apa persoalan
statistika yang sebenarnya itu. Pada dasarnya setiap orang baik sadar ataupun
tidak, telah berpikir dengan mempergunakan ide-ide statistika (statistical
ideas). Betapa tidak kita sering mempergunakan pengertian “rata-rata”(average)
dalam kehidupan kita sehari-hari. Seorang guru akan mengambil nilai rata-rata
yang diperoleh muridnya untuk mengetahui bagaimana kualitas muridnya ; seorang
sarjana ekonomi akan mempergunakan pendapatan nasional per kapita untuk mengetahui
bagaimanakah keadaan kehidupan masyarakat suatu negara. Semua telah mengenal
konsep “rata-rata” ini baik dipergunakan untuk tujuan yang tinggi dan muluk
ataupun untuk hal yang sepele dan sederhana.
Persoalan
statistika lainnya adalah apa yang dikenal dengan nama “dispersi” (dispersion)
atau “variabilitas”. Seorang guru mungkin akan berkata bahwa kepandaian
muridnya dari kelas A adalah lebih merata (homogen) daripada murid kelas B;
artinya murid kelas B perbedaan
kepandaiannya satu dengan lainnya lebih tajam daripada antar murid dalam kelas
A. Seorang produsen bola lampu listrik
akan mengharapkan kualitas bola lampu listrik yang diproduksinya sedapat
mungkin seragam; artinya jangan ada perbedaan ketahanan (umurnya) yang
berbeda-beda besar antara bola lampu yang satu dengan lainnya, variabilitas
kualitas bola lampu listrik itu supaya sekecill mungkin . Dengan sederhana
disini kita telah mengenal kata yang sudah diindonesiakan, yaitu “variasi” yang
artinya: “banyak ragamnya”. Dalam kehidupan sehari-hari kita senang dengan
sesuatu yang kaya variasinya hingga tidak membosankan, tetapi dalam statistik
justru kita mengusahakan supaya sesuatu itu tidak banyak variasinya, supaya
variabilitasnya kecil.
Sebuah
persoalan lagi dari statistika adalah persoalan tentang “korelasi” atau
“asosiasi”, persoalan hubungan. Seseorang mungkin berkata bahwa jika ada
“bintang berekor” di langit maka akan murah sandang pangan; atau seorang guru
akan berkata bahwa mereka pandai dalam matematika juga akan pandai dalam ilmu
fisika.
Tiga persoalan
statistika : rata-rata, variabilita dan korelasi inilah yang merupakan
persoalan dasar statistik. Semua persoalan tersebut dapat dinyatakan dengan
besaran bilangan , dan dengan batas-batas tertentu kita nantinya dapat
menganalisis lebih lanjut.
Menurut Anas
Sudijono (2004:5),pada dasarnya statistika sebagai ilmu pengetahuan memiliki
tiga ciri khusus, yaitu:
1)
Statistika
selalu bekerja dengan angka atau bilangan (data kuantitatif). Dengan kata lain,
untuk dapat melaksanakan tugasnya statistikmemerlukan bahan keterangan yang
sifatnya kuantitatif.
Contoh: Pandai,
Cukup, Kurang merupakan bahan keterangan yang bersifat kualitatif mengenai
prestasi belajar siswa. Untuk dapat dianalisis secara statistic, data
kualitatif tersebut harus dikonversikan menjadi data kuantitatif; misalnya:
yang disebut siswa pandai adalah mereka yang nilainya 80-100, cukup= 60-79,
kurang= 30-59.
2)
Statistika
bersifat bersifat objektif, artinya statistik selalu bekerja menurut objeknya
atau bekerja menurut apa adanya. Kesimpulan yang dihasilkan dan ramalan yang
dikemukakan didasarkan data angka yang dihadapi atau diolah, dan bukan
berdasarkan pada subjektivitas atau pengaruh luar lainnya. Itulah sebabnya
mengapa statistik sering dikatakan sebagai “alat penilai kenyataan”.
3)
Statistika
bersifat universal. Artinya ruang lingkup dan bidang garapan statistik tidaklah
sempit dan dapat digunakan dalam hampir semua cabang kegiatan hidup manusia.
D.
Fungsi
dan Kegunaan Statistik Dalam Dunia Pendidikan
Dalam dunia
pendidikan khususnya, statistik memiliki peranan penting, terutama
bagi pendidik (pengajar-guru-dosen
dan lain-lain)adalah menjadi alat bantu. Menurut Anas Sudijono (2006) bagi
seorang pendidik professional, statistik memiliki kegunaan yang
cukup besar, sebab dengan
menggunakan statistik sebagai alat bantu, maka berlandaskan pada data eksak itu
akan dapat :
1)
Memperoleh
gambaran, baik gambaran secara khusus maupun gambaran secara umum tentang suatu
gejala atau keadaan.
2)
Mengikuti
perkembangan atau pasang-surut mengenai gejala, keadaan atau peristiwa tersebut
dari waktu ke waktu.
3)
Melakukan
pengujian, apakah gejala yang lain ataukah tidak; jika terdapat perbedaan
apakah perbedaan itu merupkan perbedaan yang berarti (meyakinkan) ataukah
perbedaan yang berarti (meyakinkan) ataukah perbedaan itu terjadi hanya
kebetulan saja.
4)
Mengetahui,
apakah gejala yang satu ada hubungannya dengan gejala yang lain.
5)
Menyusun
laporan yang berupa kuantitatif dengan teratur, ringkas dan jelas.
6)
Menarik
kesimpulan secara logis, mengambil keputusan secara tepat dan mantap, serta
dapat memperkirakan atau meramalkan hal-hal yang mungkin terjadi di masa
mendatang, dan langkah konkret apa yang kemungkinan perlu dilakukan oleh
seorang pendidik.
E.
Pengertian
Data Statistik
Data berasal
dari kata Latin, yaitu datum yang merupakan bentuk jamak, datum adalah keterangan
atau informasi yang diperoleh dari suatu pengamatan. Menurut Andi Supangat,
data adalah informasi yang di terima yang bentuknya dapat berupa angka,
kata-kata atau dalam bentuk lisan ataupun tulisan. Sedangkan Abdul Hakim
menafsirkan bahwa data merupakan informasi yang diperlukan untuk membantu kita
dalam membuat keputusan dalam situasi tertentu.
Istilah
“statistik’’ terkadang diberi pengertian “data statistik’’. Data statistic
adalah kumpulan bahan keterangan yang berupa angka atau bilangan. Atau dengan
istilah lain berarti “deretan atau kumpulan angka yang menunjukan keterangan
mengenai cabang kegiatan hidup tertentu’’
Jadi, dapat
disimpulkan bahwa data statistik adalah segala keterangan atau informasi yang
dapat memberikan gambaran tentang suatu keadaan baik berupa angka maupun
kata-kata yang dapat membantu kita untuk membuat keputusan.
F.
Penggolongan
Data Statistik
1)
Penggolongan
data statistik berdasarkan sifatnya.
Ditijuan dari
segi sifat angkanya, data statistic dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu data
kontiniu yaitu data statistik yang angka-angkanya merupakan deretan angka
yang sambung menyambung dan data diskrit yaitu statistic yang tidak
mungkin berbentuk pecahan.
2)
Penggolongan
data statistik berdasarkan cara menyusun angkanya
a.
Data
nominal adalah data statistik yang menyusun angkanya didasarkan atas
penggolongan atau klasifikasi tertentu. Data nominal juga sering disebut data
hitungan, dikatakan demikian karena data itu diperoleh dengan cara menghitung.
b.
Data
ordinal juga sering disebut data urutan yaitu data statistik yang cara menyusun
angkanya didasarkan atas urutan kedudukan atau ranking.
c.
Data
interval adalah data statistik dimana terdapat jarak yang sama diantara hal-hal
yang sedang diselediki atau dipersoalkan.
3)
Penggolongan
data statistik berdasarkan bentuk angkanya
a.
Data
tunggal adalah data statistik yang masing-masing angkanya merupakan satu unit
(satu kesatuan) dengan kata lain data tunggal ialah data statistic yang
angka-angkanya tidak dikelompok-kelompokkan.
b.
Data
kelompok adalah data statistik yang tiap-tiap unitnya terdiri dari sekelompok angka.
4)
Penggolongan
data statistik berdasarkan sumbernya
a.
Data
primer adalah data statistik yang diperoleh atau bersumber dari tangan pertama.
b.
Data
skunder adalah data statistik yang diperoleh atau bersumber dari tangan kedua.
5)
Penggolongan
data statistik berdasarkan waktu pengumpulannya.
a.
Data
seketika adalah data statistik yang mencerminkan keadaan pada satu waktu saja.
b.
Data
urutan waktu adalah data statistik yang mencerminkan keadaan atau perkembangan mengenai
sesuatu hal dari satu waktu ke waktu yang lain secara berurutan. Data ini juga
dikenal dengan istilah historical data.
G.
Sifat
Data Statistik
1)
Nilai
Relatif / Nilai Sementara ( Relative Value )
Adalah nilai yang ditunjukan oleh
angka atau bilangan itu sendiri.
Contoh : Nilai relative dari bilangan 7 adalah bilangan 7 itu
sendiri.
Nilai relative dari bilangan 53
adalah bilangan 53 itu sendiri.
2)
Nilai
Nyata ( True Value )
Adalah daerah tertentu dalam suatu
daerah angka, yang diwakili oleh nilai relative.
Contoh
: Nilai nyata dari angka 7 adalah
daerah antara ( 7 – 0.5 ) sampai dengan ( 7 – 0.5 ), jadi nilai nyata dari
angka 5 adalah daerah antara 6.5 – 5-5………………0.5.
3)
Data
Stastistik memiliki Batas Bawah relative, Batas Atas Relatif, Batas Bawah
Nyata, Batas Atas Nyata.
Contoh
: kita memiliki bilangan 10 -14.
Bilangan 10 itu disebut batas bawah relative. Bilangan 14 kita sebut batas atas
relative. Batas bawah nyatanya adalah 10 – 0.5 = 9.5 sedangkan batas atas
nyatanya adalah 14 + 0.5 = 14,50. selanjutnya, bilangan 10 -14 itu kita sebut
nilai relative, sedang 9,5 – 14,5 kita sebut nilai Nyata.
kita memiliki
bilangan 30 bilangan 30 ini batas bawah nyatanya ( over limit ) = 30 – 0,5 =
29,5 batas atas Nyatanya ( upper limit ) = 30 + 0,5 =30,5. nilai nyatanya (
True value ) = 29,5 – 30,5.
4)
Data
Statistik memiliki Nilai Tengah atau titik tengah (midpoint), yang dimaksud
dengan nilai tengah dari sederetan bilangan yang terletak di tengah – tengah
deretan bilangan tersebut.
Contoh
: deretan bilangan 3 4 5 6 7
nilai tengahnya = 5, sebab bilangan 5 tersebut merupakan bilangan yang berada
di tengah – tengah deretan bilangan tersebut. Data kelompokan 20 – 24 nilai
tengahnya = ( 20 + 24 ) : 2 = 22 sebab bilangan 22 adalah bilangan 22 adalah
bilangan yang terletak di tengah – tengah deretan bilangan 20 21 22 23 24.
5)
Data
Statistik sebagi data angka, dalam proses penghitungannya tidak mengunkan
sistim pecahan, melainkan system decimal ( system perpuluhan)
Contoh : Pecahan ½ harus di ubah menjadi 0.50
Pecahan
3/8 harus di ubah menjadi 0,375
Pecahan
15/ 72 harus di ubah menjadi 0,2083333
Pecahan
1/6 harus di ubah menjadi 0,1666666
6)
Data
Statistik sebagai data angka, dalam proses penghitunganya system pembulatan
angka terentu. Dalam hubungan ini, perlu dikemukakan bahwa walaupun dalam
pembulatan angka yang terletak dibelakang tanda decimal tidak selalu sama,
namun pada dasarnya pembulatan tersebut dilakukan sampai dengan tiga buah angka
dibelakang tanda decimal, dengan catatan: jika setelah tiga angka di belakang
tanda decimal ( tanda koma ) terdapat bilangan yang besarnya 50 atau kurang
dari 50, maka bilangan yang besarnya kurang dari 50 it diangap = 0, dan
bilangan 0 itu ditambah kepada blangan nomor tiga yang terletak di belakang
tanda decimal
Contoh : 0,11223344 dibulaykan menjadi 0,112
0,85645385991
dibulatkan menjadi 0,856
Jika setelah tiga angka di belakang
tanda decimal tersebut bilangan yang besarnya 51 atau lebih dari 51,maka
bilangan 51 atau bilangan yang besarnya lebih dari 51 itu dianggap =1 dan
bilangan 1 itu ditambah kepada bilangan nomor tigaa yang terletak di belakang
tanda decimal.
Contoh : 0,2916994 dibulatkan menjadi 0,292
0,85673212
dibulatkn menjadi 0,857
H.
Pengumpulan
Data
Data statistik
dapat dikumpulkan dengan menggunakan prosedur yang sistematis. Pengumpulan data
dimaksudkan sebagai pencatatan atau karakteristik dari sebagian atau seluruh
elemen populasi.
Pengumpulan
data dapat dibedakan atas beberapa jenis berdasarkan karakteristiknya, yaitu:
1) berdasarkan jenis cara pengumpulannya; 2) berdasarkan banyaknya data yang
diambil.
1)
Berdasarkan
Jenis Cara Pengumpulannya
Ada beberapa cara pengumpulan data,
yaitu sebagai berikut:
a.
Pengamatan
(observasi).
Pengamatan atau observasi adalah
cara pengumpulan data dengan terjun dan melihat langsung ke lapangan
(laboratorium), terhadap objek yang diteliti (populasi). Pengamatan disebut
juga penelitian lapangan.
b.
Penelusuran
literatur.
Penelusuran literatur adalah cara
pengumpulan data dengan menggunakan sebagian atau seluruh data yang telah ada
atau laporan data dari peneliti sebelumnya. Penelusuran literatur disebut juga
pengamatan tidak langsung.
c.
Penggunaan
kuesioner (angket).
Penggunaan kuesioner adalah cara
pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan (angket) atau daftar
isian terhadap objek yang diteliti.
d.
Wawancara
(interview).
Wawancara adalah cara pengumpulan
data dengan langsung mengadakan Tanya jawab kepada objek yang diteliti atau
kepada perantara yang mengetahui persoalan dari objek yang sedang diteliti.
2)
Berdasarkan
Banyaknya Data yang Diambil
Dikenal dua cara pengumpulan data,
yaitu sensus dan sampling.
a. Sensus
Sensus adalah cara pengumpulan data
dengan mengambil element atau anggota populasi secara keseluruhan untuk
diselidiki. Data yang diperoleh dari hasil sensus disebut parameter atau data
yang sebenarnya (true value).
Contoh:
·
Sensus
penduduk Indonesia tahun 1990, memberikan data sebenarnya mengenai penduduk
Indonesia.
·
Sensus
pertanian.
b. Sampling
Sampling adalah cara pengumpulan
data dengan mengambil sebagian data elemen atau anggota populasi untuk
diselidiki. Data yang diperoleh dari sampling disebut statistic (tanpa s) atau
data perkiraan (estimate value).
Contoh:
Sampling dapat dilakukan dengan dua
cara, yaitu sebagai berikut:
·
Cara
acak
Cara pemilihan sampel dikatakan acak
apabila setiap elemen atau anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk
dipilih. Cara itu bersifat objektif dan samplingnya disebut probability
sampling.
·
Cara
tidak acak
Cara pemilihan sampel dikatakan
tidak acak apabila setiap elemen populasi tidak memiliki kesempatan yang sama
untuk dipilih. Cara itu bersifat subjektif dan samplingnya disebut
nonprobability sampling.
Langganan:
Postingan (Atom)